Kamis, 28 Maret 2013

Tips Memandikan Kucing Persia

Kucing Persia adalah peliharan yang lucu sekaligus manja. Bulunya yang tebal, wajahnya yang bulat, tingkahnya yang lucu itu membuat gemas kepada mereka. Akan sangat menyenangkan sekali jika kita memeliharanya dengan baik, tetapi juga harus dijaga kebersihannya dengan cara memandikannya. Bukan hal yang mudah untuk memandikan kucing karena sebagian besar kucing itu takut pada air. Oleh karena itu saya akan memberikan beberapa tips untuk memandikan kucing Persia menurut pengalaman saya.

Alat-alat yang harus disiapkan yaitu :
  • Air Hangat.
  • Ember Besar.
  • Shampoo khusus kucing.
  • Handuk.
  • Pengering rambut.
  • Sisir.
Setelah alat-alat tadi sudah disiapkan semua, berikut ini cara memandikannya :
  • Agar kucing tidak kaget atau panik, sebaiknya kucing jangan langsung disiram. Berilah sedikit cipratan dengan menggunakan tangan kearah badannya. Jika kucing tenang, barulah kucing disiram sampai merata tetapi tidak untuk bagian kepala. Bagian kepala cukup di lap saja.
  • Apabila kucing panik dan berontak-berontak, eluslah bagian kesukaan kucing seperti kepala, kuping, ataupun bawah leher. Ini berguna agar kucing agar kucing menjadi tenang.
  • Setelah disiram merata, berilah shampoo secukupnya. Ratakan hingga mencapai kulit tubuh kucing anda.
  • Kemudian bilaslah kucing sampai bersih dan pastikan tidak ada sisa dari shampoo yang tersisa di badan kucing. Bilaslah sampai air bilasannya bening dan tidak berbusa.
  • Lalu sehabis dibilas, handuki kucing dengan perlahan sampai bulu-bulunya agak lembab.
  • Setelah dihanduki, bawa kucing ke tempat yang kering lalu keringkan dengan menggunakan pengering rambut sambil disisir sampai benar-benar kering karena jika masih tersisa daerah basah di badan kucing itu akan menyebabkan kucing jamuran.
Demikianlah beberapa tips memandikan kucing Persia yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat untuk anda :)

Minggu, 24 Maret 2013

Opini Tentang Dosen SoftSkill

Pada semester 4 ini dapet lagi mata kuliah lanjutan dari Teori Organisasi Umum 1 yaitu Teori Organisasi Umum 2 atau yang lebih sering dibilang SoftSkill. Pada semester ini agak beda, soalnya semester sebelum-sebelumnya dosen SoftSkill saya itu laki-laki dan pada semester ini dosen SoftSkill saya adalah perempuan. Dosen SoftSkill saya pada semester ini namanya Ira Phajar Lestari. Orangnya berpenampilan rapih dan sopan. Saya kira pelajaran SoftSkill pada semester ini bakalan nyantai kayak semester sebelumnya yaitu cuma memosting beberapa postingan. Tetapi perkiraan saya salah,pada semester ini kelas saya diwajibkan untuk posting minimal 30 postingan dan ngga boleh CopyPaste atau Copas. Dosennya pun mewajibkan juga supaya segera menghapus postingan lama di blog yang ada unsur Copasnya, serta nambahin logo Universitas Gunadarma dan nambahin juga Link yang berhubungan dengan Universitas Gunadarma. Ditambah lagi adanya tugas kelompok yang harus buat makalah dan yang nantinya harus dipersentasiin trus diposting ke blog juga. Menurut saya ini agak menyulitkan dalam membagi waktu, dikarenakan saya juga banyak tugas-tugas yang lain dan jadwal kuliah yang hampir masuk setiap hari. Saran saya yaitu kalo persentasi yaa persentasi aja, kalo posting yaa posting aja gausah yang ribet-ribet ampe dua-duanya dijalanin gitu heheheheh..

Sabtu, 23 Maret 2013

Penentuan Harga Permintaan Dan Penawaran


KATA PENGANTAR

Puji serta syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan materi Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran. Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 (Softskill). Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi Mahasiswa, dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.


                                                                                                               Depok, Maret 2013

                                                                                                                   Tim Penyusun



I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 (Softskill). Dan sekaligus memenuhi nilai kami di mata kuliah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi Mahasiswa, dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Kami ditugaskan untuk membahas tentang “Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran”. Dan kami menjelaskan Pengertiaan Permintaan, Pengertian Penawaran, Pengertian Hukum Permintaan, Pengertian Hukum Penawaran, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran, Penentuan Harga Keseimbangan dan Pergeseran Harga Keseimbangan.
B. Tujuan
Untuk memenuhi sebuah tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2, dan sekaligus memenuhi nilai kami di mata kuliah ini. Dan juga mempraktikan Softskill kami dengan cara mempresentasikan hasil pembentukan makalah ini dan juga dengan melakukan pengelompokan mencari sebuah materi yang berbeda. Sehingga bisa di presentasikan ke semua mahasiswa, khususnya mahasiswa kelas S1-Sistem Informasi 2KA12. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi Mahasiswa, dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
C. Rumusan Masalah
Makalah ini dibuat hasil pencarian data mulai dari sebuah buku hingga internet. Lalu materi terdiri dari :
  • Pengertiaan Permintaan
  • Pengertian Penawaran
  • Pengertian Hukum Permintaan
  • Pengertian Hukum Penawaran
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
  • Penentuan Harga Keseimbangan
  • Pergeseran Harga keseimbangan
  • Studi Kasus

II. MATERI

A. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu. Teori permintaan yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menemukan permintaan, dan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi keseimbangan.




B. Pengertian Penawaran

Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu atau keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah penawaran. Teori Penawaran yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran dan bagaimana faktor-faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan keseimbangan di pasar. Contoh : Di Pasar Senen yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

C. Pengertian Hukum Permintaan
Hukum permintaan berbunyi: “Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan”. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan dan naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

D. Pengertian Hukum Penawaran
Hukum penawaran berbunyi “Bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun”. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan
1) SeleraApabila selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi maka akan diikuti dengan jumlah barang dan jasa yang diminta akan mengalami peningkatan, demikian sebaliknya. Contohnya : Permintaan terhadap Smartphone Blackberry. Saat ini Blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin Blackberry sudah dianggap kuno dengan para kompetitornya yang mampu menyaingi kecanggihan teknologinya.
2) Pendapatan KonsumenApabila pendapatan konsumen semakin tinggi akan diikuti daya beli konsumen yang kuat dan mampu untuk membeli barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar, demikian sebaliknya. Contohnya : Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
3) Harga Barang/Jasa PenggantiKonsumen akan cenderung mencari barang atau jasa yang harganya relatif lebih murah untuk dijadikan alternatif penggunaan. Contohnya : Bila harga tiket pesawat Jakarta-Jogja sama harganya dengan tiket kereta api, maka konsumen cenderung akan memilih pesawat sebagai alat transportasi.
4) Harga Barang/Jasa PelengkapKeduanya merupakan kombinasi barang yang sifatnya saling melengkapi. Contoh : Kompor dengan minyak tanah, karena harga minyak tanah mengalami kenaikan maka orang beralih menggunakan bahan bakar minyak tanah dan beralih ke bahan bakar gas.
5) Perkiraan Harga Di Masa Dating. Apabila konsumen menduga harga barang akan terus mengalami kenaikan di masa datang, maka konsumen cenderung untuk menambah jumlah barang yang dibelinya. Contoh : April mendatang pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi, maka banyak orang yang menimbun atau membeli ketika harganya belum naik.
6) Intensitas Kebutuhan Konsumen. Bila suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak dan dirasakan pokok oleh konsumen, maka jumlah permintaan akan mengalami peningkatan. Contoh : Kebutuhan akan bahan pokok beras, konsumen bersedia membeli dalam jumlah harga tinggi, walaupun pemerintah sudah menetapkan harga pokok.

F. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
1) Biaya Produksi Dan Teknologi Yang Digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga. Contohnya : Pembuatan barang-barang limited edition,meskipun harga barangnya mahal kan tetapi banyak diburu kolektor sehingga tidak terjadi penurunan harga.
2) Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (Profit Oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen. Contohnya, produsen Handphone China. Dengan fitur yang tidak kalah bersaing, namun harganya murah dan terjangkau semua lapisan masyarakat.
3) Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun. Harga mobil-mobil import yang masuk ke Indonesia, ketika memasuki pasar Indonesia harganya akan naik karena tingginya biaya pajak yang dikenakan. Sehingga menurunnya permintaan dari konsumen.
4) Ketersediaan Barang Pengganti/Pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi. Contohnya : Persaingan antara para produsen Handphone, mereka berusaha menambahkan fitur-fitur yang lebih menarik dengan harga yang lebih murah demi menarik minat para konsumen.
5) Prediksi/Perkiraan Harga Di Masa Depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor. Contohnya : Para produsen pengolahan emas akan memperbanyak output produksi dan akan menjual lebih banyak produk mereka ketika harga BBM naik untuk memperoleh keuntungan yang lebih.

G. Penentuan Harga Keseimbangan
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya. Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Atau dapat dilihat dalam kurva berikut ini :

Pada kurva diatas bahwa tercapai titik pertemuan/ekuilibrium (kesepakatan harga) antara garis Penawaran (Supply) dan garis permintaan (Demand).

H . Pergeseran Harga Keseimbangan
1) Pergeseran Harga Keseimbangan Saat Terjadi Perubahan Permintaan. Ketika terjadi perubahan (naik atau turun) permintaan, maka akan tercapai kesepakatan harga yang baru. Seperti terlihat pada kurva berikut :

Sebagai contoh, D adalah permintaan yang saat ini sedang terjadi, dan D’ adalah perkiraan permintaan yang terjadi di masa depan. Dari kurva tersebut terlihat bahwa tingginya tingkat permintaan akan berpengaruh pada naiknya harga.
2) Pergeseran Harga Keseimbangan Saat Terjadi Perubahan Penawaran. Ketika terjadi perubahan (naik atau turun) penawaran, maka akan tercapai kesepakatan harga baru. Seperti terlihat pada kurva berikut :


Sebagai contoh, S adalah penawaran yang saat ini sedang terjadi dan S’ adalah perkiraan penawaran yang terjadi di masa depan. Dari kurva tersebut terlihat bahwa rendahnya tingkat penawaran akan berpengaruh pada turunnya harga.

I. Studi Kasus
Harga Bawang Di Pasar Kemiri Bulan Maret
Memasuki pertengahan Maret harga sejumlah kebutuhan pokok di Jakarta mengalami kenaikan dibanding hari-hari sebelumnya. Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di Pasar Kemiri , harga bawang cenderung naik. Bawang merah yang sebelumnya hanya Rp 15.000 naik menjadi Rp 70.000 per kilogram. Sedangkan harga  bawang putih yang juga mengalami kenaikan dengan harga Rp60.000 per kilo turun kembali ke harga awal menjadi Rp30.000 per kilo, jumlah ini mengalami penurunan sekitar 50%  yang diakibatkan oleh munculnya bawang putih import terutama dari China. Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, kenaikan harga bawang tersebut diduga karena meningkatnya permintaan masyarakat bulan ini. Kondisi tersebut memang biasa terjadi tiap tahun bersamaan dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Seperti yang diketahui dalam hukum ekonomi, jika permintaan meningkat, maka penawaran dalam hal ini harga cenderung mengalami kenaikan. Sebaliknya, jika permintaan menurun makan harga kecenderungannya juga menurun. Jadi, sebenarnya bulan ini tidak semua komoditas yang mengalami kenaikan. Hanya komoditas tertentu seperti daging dan di beberapa komoditas lainnya justru ada yang mengalami penurunan,. 

III. PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.